Diam di antara stagnasi atau tindakan: kita memiliki pilihan

Hai semua :folded_hands:,

:open_book: โ€œKarena Allah tidak memberikan kepada kita roh ketakutan, tetapi roh kekuatan, kasih, dan kendali diri.โ€
(2 Timotius 1:7) :sparkles:

:sunrise: Setiap hari, kita dihadapkan pada pilihan fundamental:
Tetap diam dalam menghadapi tantangan dan peluang, atau mengambil inisiatif untuk maju.

:no_entry: Keterlabilan tampaknya aman: menghindari risiko, rasa sakit, atau yang tidak diketahui. Tapi tidak melakukan apa-apa tidak membatalkan konsekuensi dari kehidupan; sebaliknya, itu membuat kita pasif, menunggu apa yang terjadi alih-alih mengubahnya.

:flexed_biceps: Beraksi, sebaliknya, berarti bertanggung jawab atas hidup kita, bahkan di tengah ketidakpastian. Ini adalah tindakan keberanian dan iman: dengan maju, kita bisa belajar, tumbuh :seedling:, dan mempengaruhi kehidupan kita sendiri dan orang lain secara positif. Setiap keputusan, sekecil apa pun, menjadi langkah menuju evolusi kita dan rencana yang Tuhan miliki untuk kita.

:sparkles: Singkatnya:

Keterlabilan mengurung kita dalam status quo, aksi membuka kita terhadap transformasi. Bahkan tetap diam sekalipun adalah pilihan :balance_scale:, pilihan membiarkan kehidupan memutuskan untuk kita daripada secara aktif mengambil bagian dalam takdir kita.

1 Suka