Saat Mimpi-mimpi Saya Hancur

Halo semuanya, aku akan membagikan sesuatu yang telah aku lalui.

Seperti semua orang, aku memiliki sebuah mimpi… sebuah rencana yang aku percaya berasal dari Tuhan. Aku telah menaruh seluruh hati, iman, dan energiku padanya. Segalanya tampak jelas, sampai hari dimana semuanya runtuh.

Apa yang aku tunggu-tunggu tidak pernah terjadi, dan apa yang aku cintai menjauh. Aku berdoa, aku menangis, aku menunggu… dan keheningan Tuhan menghancurkan hati ku. :broken_heart:

Namun, justru di dalam keheningan itu aku mulai mendengar. Bukan dengan kata-kata, tetapi dengan kedamaian yang lembut dan tak dapat dijelaskan. :herb: Dia menunjukkan bahwa bukan karena Tuhan ingin menyakitiku sehingga mimpiku runtuh, tetapi untuk melindungi dan mempersiapkan aku.

Aku mengerti bahwa terkadang, Tuhan menutup pintu bukan karena Dia berkata “tidak”, tetapi karena Dia berkata: “Aku punya yang lebih baik.” :glowing_star:

Hari ini, aku menyadari bahwa apa yang aku hilangkan telah mendekatkan aku kepadaNya. Dan apa yang Dia bangun kembali dalam hidupku jauh lebih indah dari semua yang pernah aku bayangkan. :sparkles:

:rainbow: Ketika Tuhan menghancurkan sebuah mimpi, itu bukan untuk menghancurkan. Itu sering untuk membangkitkan sesuatu yang lebih nyata, lebih murni, sesuatu yang tidak lagi bergantung pada rencana kita, melainkan pada kasih-Nya yang tak berujung. :sparkling_heart:

Jadi, bahkan di saat-saat ketika semuanya tampak hilang, aku memilih untuk mempercayai. Karena apa yang Tuhan siapkan untukku selalu melebihi mimpi-mimpi tergila-gila ku. :folded_hands:

3 Suka

Saya mengerti, saya juga pernah mengalami situasi seperti itu. Baru kemudian saya menyadari bahwa Tuhan memiliki yang lebih baik untuk saya. Bahkan jika saya sering menuduhnya, bahkan jika saya menyalahkannya, Dia tidak menolak saya. Sebaliknya, Dia membimbing saya hingga puncak. Dan jika saya berada di tempat saya hari ini, itu berkat Dia. :folded_hands:

1 Suka

:smiling_face_with_three_hearts: Saya benar-benar setuju, Tuhan memiliki caranya sendiri untuk setiap orang. Terkadang, hal-hal yang kita pikir baik untuk kita mungkin tidak selalu begitu. Tuhan memiliki rencanaNya sendiri dan kita harus sabar serta menerima kehendakNya agar hidup kita bukan menjadi beban tetapi sebuah dorongan positifitas dan rasa syukur.:innocent: