Mengapa aku masih merasa takut?

Hi all :innocent:

Today, I’d like to open my heart and ask you a question, maybe some of you feel the same way I do.

Why do I still feel fear?

The Bible tells us:
:backhand_index_pointing_right: β€œDo not fear, for I am with you; do not be dismayed, for I am your God.” (Isaiah 41:10) :sparkles:

But even with my faith, I still find myself feeling fear at times :pensive_face:.
Sometimes I wonder: does this mean my faith is not real enough or not strong enough?

So, how do you deal with fear?
Do you also experience moments of fear in your life?

:folded_hands: Your testimonies could really encourage me and help me grow in my faith.

5 Suka

Tentu saja, saya juga kadang merasa takut. Itu sebenarnya normal, itu menunjukkan bahwa kita manusia. Ketika saya merasa takut, saya kembali kepada-Nya. Dia satu-satunya yang benar-benar bisa menenangkan saya. Saya merasa ayat-ayat yang Dia berikan kepada kita sangat menghibur saat-saat seperti itu. Iman tidak berarti tidak merasa takut, iman berarti percaya kepada-Nya melalui ketakutan itu :sparkling_heart:

2 Suka

Halo @Prime_Kitten Semoga kamu baik-baik saja :blush:. Aku sangat memahami situasimu, dan aku ingin memberitahumu bahwa aku juga kadang-kadang merasakan takut :pensive_face:. Itu sangat manusiawi, dan aku pikir itu sesuatu yang melekat dalam diri kita. Yang penting, kamu memiliki Yesus di sisimu :sparkles: dan kamu percaya kepada-Nya :folded_hands:. Ketika kamu menyerahkan sepenuhnya ketakutanmu ke dalam tangan-Nya, kamu akan melihat bahwa itu perlahan-lahan menghilang :glowing_star: dan kamu akan menemukan kekuatan untuk menghadapi semua situasi bersama-Nya :flexed_biceps:.

Untukku sendiri, ketika aku takut :worried:, aku mengambil napas dalam-dalam :wind_face: dan berdoa :folded_hands:. Aku sendiri adalah orang yang secara alami penakut, tetapi hidup sering memaksa aku untuk menghadapi berbagai situasi, dan Yesus adalah kekuatanku :heart:. Doa telah menjadi senjataku :dove:.

2 Suka

Terima kasih banyak telah berbagi ini :two_hearts: Kata-katamu benar-benar memberi saya kenyamanan :blush:

Terima kasih, sis :smiling_face: Sangat menguatkan mengetahui bahwa aku tidak sendiri dalam hal ini. :crossed_fingers:

1 Suka